Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!
Blog
-

Penyakit Khas Pasca Lebaran Perlu Diwaspadai Kolesterol , Mag , Gerd, Dan Diare

Dok.Jabarprov.go.id Kepala Dinas Kesehatan Jabar Vini Adiani Dewi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit – penyakit pascalebaran. Pelanggaran sepele saja bisa berakibat fatal terlebih bagi warga yang telah memiliki penyakit bawaan.
Beberapa penyakit khas pasca lebaran yang perlu diwaspadai yakni kolesterol tinggi, mag dan gerd, diare, serta flu dan batuk. Penyakit – penyakit itu biasanya muncul karena pola makan yang berlebih tujuh hari pertama setelah berhenti berpuasa. Kondisi perut dan sistem pencernaan yang sudah terlatih kosong selama sebulan, tiba – tiba diisi makanan dengan porsi banyak dan berat, bisa menyebabkan diare.
Sementara makanan berlemak dan bersantan seperti opor ayam atau ase cabe, maupun rendang, jika dikonsumsi berlebih bisa menyebabkan kolesterol tinggi, mag, dan gerd. Sedangkan flu dan batuk, biasanya muncul karena badan yang sudah terlalu lelah akibat aktivitas silaturahim dan mudik, tidak bisa menoleransi kondisi cuaca ekstrem.

Dok.Pixabay.com "Flu dan batuk hingga diare dan mag, itu yang sering muncul karena makan sembarang dan perubahan cuaca di lokasi mudik. Apalagi yang mudik di wilayah pantura," ujar Vini Adiani Dewi, Sabtu pada tanggal 13 April 2024.
Vini juga mengingatkan kepada penderita diabetes agar membatasi makan ketupat yang cenderung karbohidrat padat, serta makan kue dan minum minuman manis. "Apalagi yang punya diabetes, makan karbo dan yang manis – manisnya agar dikendalikan," katanya.
Selain diabetes, hipertensi atau darah tinggi pun perlu diwaspadai karena jika makanan tidak dikendalikan dan menyebabkan tensi darah naik, bisa berujung stroke. Penyakit lain pascalebaran yang perlu diwaspadai, kata Vini, asam urat yang disebabkan terlalu banyak mengonsumsi daging merah, kacang – kacangan, dan jeroan.
Terakhir, penyakit laten di Jabar yakni demam berdarah dengue (DBD) yang biasanya didapat di kampung halaman atau ketika sedang bertamu ke rumah saudara dan kerabat. Vini menyarankan warga, terutama yang sudah memiliki riwayat penyakit – penyakit tersebut, untuk membatasi makanan yang memang disarankan dokter untuk dihindari.
Upayakan konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, makan sayuran dan buah kaya serat untuk kesehatan pencernaan, serta perbanyak minum air putih agar tetap terhidrasi.Penting juga untuk tetap aktif dan berolahraga guna menjaga keseimbangan tubuh dan mengurangi risiko penyakit pascalebaran," kata Vini. Menurut Vini, kesehatan warga penting dijaga karena setelah Lebaran jangan sampai tidak bisa produktif masuk kerja atau berbisnis gara – gara sakit akibat makan berlebih.
-

Pemda Provinsi Jabar bersama kepolisian telah menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik Lebaran 2024.

Dok.Jabarprov.go.id TOPNEWS62.COM- Bandung Kota, Minggu (14/04/2024) Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat bersama kepolisian telah menyiapkan jalur alternatif bagi pemudik Lebaran 2024. Jalur alternatif tersebut terdapat di pantai utara (pantura), tengah selatan, dan jalur pantai selatan (pansela) Jabar. Sekda Jabar Herman Suryatman menjelaskan, jalur alternatif yang disiapkan tersebut untuk mengurangi kepadatan yang kerap terjadi di jalur utama.
Pemanfatan jaringan jalan utama dimaksimalkan agar dapat menampung pergerakan arus lalu lintas. Namun karena volume kendaraan yang meningkat sering mengakibatkan kemacetan di jalan utama terutama pada akses tempat wisata, pasar, dan rest area. "Oleh karena itu perlu disiapkan jalur alternatif yang merupakan kesatuan sistem jaringan jalan utama," kata Herman Suryatman di Kota Bandung, Sabtu (13/4/2024).
Namun Herman mengingatkan kepada pemudik yang akan memanfaatan jalur alternatif Jabar tengah selatan perlu dipertimbangkan beberapa hal teknis dan non teknis, di antaranya kondisi kendaraan. "Harus menjadi pertimbangan masalah teknis dan non teknis seperti cuaca, kondisi kendaraan, dan pengetahuan sopir soal kondisi jalan. Ini penting dipertimbangkan karena kondisi medan jalur alternatif Jabar tengah selatan yang berbeda dengan jalur utama," tegasnya.
Untuk itu, menurut Herman, pihak kepolisian dan Pemdaprov Jabar saat ini lebih mempertimbangkan memaksimalkan manajemen lalu lintas pada jalur utama sebelum mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif.
Berikut sistem jaringan jalan alternatif yang bisa dimanfaatkan pemudik:
Jalur pantura
1. Sukamandi – Kalijati (22 Km)
2. Pamanukan – Subang (31 Km)
3. Kadipaten – Jatitujuh – Jatibarang (40,7 Km)
4. Haurgeulis – Patrol (19 Km)
5. Cikamurang – Jangga (35 Km)
6. Budur – Tegalgubug – Jagapura – Mundu (32 Km)
7. Losari – Ciledug – Cidahu – Kuningan (95 Km)
8. Cirebon – Sumber – Rajagaluh – Majalengka (32 Km)
Jalur tengah selatan
1. Subang – Lembang – Bandung (41 Km)
2. Sumedang – Jalan Cagak- Wanayasa – Purwakarta (85 Km)
3. Talaga – Bantarujeg – Wado – Sumedang (79 Km)
4. Kuningan – Cikijing – Majalengka – Kadipaten (45 Km)
Jalur pansela
1. Garut – Banyuresmi – Leuwigoong – Kadungora –Cijapati – Majalaya – Bandung (78 Km)
2. Sasak Beusi – Cibatu – Leles (19 Km)
3. Banjar – Manonjaya – Tasikmalaya (44 Km)
4. Malangbong – Wado (15 Km)
5. Parakan Muncang –Warung Simpang (9 Km)
-

Sekda Jabar menghimbau Segera Tertibkan Pungli Di Area Lokasi Masjid Al Jabbar

Dok.Jabarpro.go.id TOPNEWS62.COM- Bandung Kota, Minggu (14/04/2024) Sekda Jabar Herman Suryatman mengatakan segera menertibkan pungli yang dilakukan oknum juru parkir dan petugas penitipan barang di area Masjid Al Jabbar. Respons cepat pun dilakukan dengan pembahasan secara khusus di tingkat Dewan Eksekutif Masjid Al Jabbar.
"Pagi ini Dewan Eksekutif Masjid Al Jabbar membahas langsung termasuk dengan para petugas di lapangan," ujar Herman Suryatman yang juga Ketua Harian Dewan Eksekutif Masjid Raya Al Jabbar, Ahad pada tanggal 14 April 2024. Menurut Herman, Dewan Eksekutif selaku pihak yang memelihara masjid raya provinsi ingin masalah ini segera tuntas. Jika ditemukan ada pungli yang dilakukan oknum petugas, maka Dewan Eksekutif akan segera menertibkan. "Akan langsung kami tertibkan," tegas Herman.
Herman mengatakan, kenyamanan dan keamanan jemaah sejak dulu telah menjadi prioritas utama Dewan Eksekutif. Atas kejadian yang membuat tidak nyaman salah satu jemaah, Dewan Eksekutif sangat menyesalkan. "Atas nama Dewan Eksekutif Masjid Raya Al Jabbar kami menyampaikan permohonan maaf," ucapnya.
Herman memastikan bahwa kejadian tersebut dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, serta tanpa izin dan di luar sepengetahuan pengelola. Namun Dewan Eksekutif memastikan akan ada evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan di lapangan dan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. Herman menyarankan agar jemaah lebih berhati – hati terhadap orang yang memungut uang atas nama pelayanan Masjid Al Jabbar.
"Langsung saja laporkan kepada kami atau pihak berwajib apabila ada kejadian serupa seperti pungli," tutup Herman.
-

Siapkan Armada Kapal untuk Kelancaran Arus Balik: Rute Panjang-Ciwandan 12-18 April 2024

Dok.dephub.go.id TOPNEWS62.COM – Jakarta – Dalam upaya memastikan kelancaran dan keamanan arus balik, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan tiga armada kapal, baik negara maupun swasta, dengan rute Panjang-Ciwandan pada tanggal 12-18 April 2024. Setiap kapal dijadwalkan berangkat pada pukul 12.00, 14.00, dan 16.00 WIB.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menyatakan hal ini pada Sabtu (13/4) di Jakarta, menjelaskan bahwa penggunaan pelabuhan alternatif tidak hanya bertujuan untuk mengurangi kepadatan di Merak, tetapi juga memberikan keuntungan bagi pemudik dengan memperpanjang waktu istirahat karena perjalanan menuju Kota Bandar Lampung dapat dipangkas hingga 1 jam.
"Pelabuhan Panjang di Tanjung Karang, Lampung, kami maksimalkan. Ini menghemat hampir 1 jam perjalanan bagi mereka yang menuju Ibu Kota Lampung. Ini sangat positif," ungkap Menhub.
Armada kapal yang disiapkan meliputi KMP Panorama Nusantara dan KMP ALS Elvina pada tanggal 12 April 2024, serta KMP Panorama Nusantara, KMP ALS Elvina, dan KMP Amadea pada tanggal 13-18 April 2024.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan bantuan armada kapal kenavigasian KN. Edam dan kapal patroli KPLP KN. Trisula di ruas penyeberangan Panjang-Ciwandan.
Menhub mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan layanan ini dengan tertib dan mematuhi aturan yang berlaku, demi memastikan kelancaran dan keamanan perjalanan selama arus balik Lebaran dari Sumatera ke Jawa.
Dia juga mengingatkan bahwa kapal-kapal ini ditujukan bagi kendaraan sepeda motor dan mobil kecil saja. Selama arus balik, truk 3 sumbu tidak diperbolehkan untuk sementara.
-

WFH untuk ASN dalam Mengatasi Kepadatan Arus Balik Lebaran 2024

Dok.dephub.go.id TOPNEWS62.COM – JAKARTA – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik keputusan untuk menerapkan kombinasi kerja dari kantor (work from office/WFO) dan dari rumah (work from home/WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) pada tanggal 16 dan 17 April 2024. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan arus balik Lebaran.
Pada tanggal 6-7 April 2024, saat puncak arus mudik, beberapa ruas jalan tol mengalami kepadatan yang signifikan. Menhub menyebutkan bahwa volume to capacity ratio (VC Ratio) hampir mencapai 1, menunjukkan kecepatan kendaraan yang sangat lambat bahkan hampir berhenti, meskipun telah dilakukan rekayasa lalu lintas.
Menhub berharap keputusan ini akan membantu masyarakat, khususnya ASN, untuk tidak kembali secara bersamaan pada tanggal 14 dan 15 April 2024. Para ASN diminta untuk kembali pada tanggal 16 atau 17 April, atau bahkan sebelumnya, untuk menghindari puncak arus balik.
"Keputusan Menteri PanRB tentang WFH selama dua hari (16 dan 17 April) telah diberlakukan. ASN diharapkan memanfaatkannya dengan menunda kepulangan mereka karena masih ada waktu. Namun, pastikan untuk kembali bekerja pada Kamis dan Jumat agar tidak mengganggu kelancaran pekerjaan," ujar Menhub.
Kebijakan WFH selama dua hari bagi ASN bertujuan untuk menampung minat besar masyarakat dalam mudik, yang didukung oleh aksesibilitas yang semakin baik di seluruh Indonesia. Pemerintah berharap bahwa penyesuaian ini akan membantu mengatur arus balik dengan lebih lancar, menghindari penumpukan yang dapat menyebabkan kemacetan.
Meskipun demikian, instansi pemerintah yang terkait dengan pelayanan publik, seperti bidang kesehatan, keamanan, penanganan bencana, energi, logistik, pos, transportasi, distribusi, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar, tetap beroperasi secara normal tanpa WFH.